Deviasi septum adalah kondisi umum di mana septum, yaitu dinding tulang dan tulang rawan yang memisahkan dua lubang hidung, bengkok secara signifikan. Kondisi ini dapat terjadi sejak lahir atau akibat cedera pada hidung. Meskipun banyak orang memiliki tingkat deviasi septum ringan tanpa gejala, deviasi yang parah dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, terutama terkait dengan pernapasan dan fungsi sinus.
Ketika cukup parah, ia dapat menghalangi aliran udara melalui salah satu atau kedua lubang hidung. Ini tidak hanya menyebabkan kesulitan bernapas melalui hidung, tetapi juga sangat mengganggu drainase lendir normal dari sinus. Lendir yang seharusnya mengalir bebas jadi terperangkap, menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.
Akibat terhalangnya drainase lendir oleh, risiko infeksi sinus meningkat drastis. Lendir yang statis adalah media pertumbuhan yang sempurna bagi bakteri, memicu peradangan dan infeksi berulang. Inilah mengapa banyak penderita kronis seringkali mengeluhkan sinusitis yang tak kunjung sembuh atau sering kambuh.
Gejala lain dari deviasi septum bisa termasuk nyeri wajah, sakit kepala, ingus kental, dan bahkan mimisan berulang. Kualitas tidur juga dapat terganggu karena kesulitan bernapas di malam hari, seringkali menyebabkan mendengkur atau sleep apnea. Semua ini secara signifikan mengurangi kualitas hidup penderita.
Diagnosis deviasi septum biasanya dilakukan oleh dokter spesialis THT melalui pemeriksaan hidung. Dokter akan menggunakan alat khusus untuk melihat bagian dalam hidung dan menilai tingkat kebengkokan septum. Terkadang, CT scan sinus juga diperlukan untuk mendapatkan gambaran lebih detail tentang anatomi rongga hidung dan sinus.
Pengobatan untuk deviasi septum yang menimbulkan gejala parah umumnya adalah melalui prosedur bedah yang disebut septoplasti. Septoplasti bertujuan untuk meluruskan septum, membuka kembali saluran udara, dan memperbaiki drainase lendir dari sinus. Operasi ini seringkali sangat efektif dalam mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup.
Namun, tidak semua kasus deviasi septum memerlukan operasi. Untuk deviasi ringan yang tidak menyebabkan masalah signifikan, penanganan gejala bisa dilakukan dengan obat-obatan dekongestan atau semprotan hidung. Konsultasi dengan dokter THT adalah langkah terbaik untuk menentukan pilihan penanganan yang paling sesuai.
