Selama bertahun-tahun, beredar anggapan bahwa konsumsi telur dapat memicu munculnya bisul di kulit. Misteri telur ini telah menjadi perdebatan umum di masyarakat. Banyak yang percaya bahwa telur memiliki “panas” tertentu yang menyebabkan peradangan kulit. Namun, benarkah demikian secara ilmiah?
Bisul sendiri adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, yang masuk melalui folikel rambut atau kelenjar minyak yang tersumbat. Gejalanya meliputi benjolan merah, nyeri, dan berisi nanah. Faktor risiko utamanya adalah kebersihan buruk atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Secara ilmiah, tidak ada bukti langsung yang menghubungkan konsumsi telur dengan kemunculan bisul. Telur adalah sumber protein hewani yang kaya, vitamin, dan mineral penting. Kandungan nutrisinya justru mendukung kesehatan kulit dan sistem kekebalan tubuh.
Anggapan ini kemungkinan besar berasal dari mitos dan kepercayaan turun-temurun tanpa dasar ilmiah yang kuat. Banyak makanan lain juga sering dikaitkan dengan bisul, seperti makanan pedas atau berminyak, padahal penyebabnya tetaplah infeksi bakteri.
Mungkin ada kebingungan antara reaksi alergi dan bisul. Beberapa orang memang alergi terhadap telur, yang dapat menyebabkan ruam kulit atau gatal-gatal. Namun, reaksi alergi ini berbeda dengan bisul yang merupakan infeksi bakteri.
Jadi, bisul bukan disebabkan oleh “panas” dalam makanan. Sebaliknya, kondisi kulit yang rentan, seperti kulit berminyak atau berjerawat, serta kurangnya kebersihan, lebih mungkin memicu pembentukan bisul. Misteri telur ini perlu diluruskan.
Faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko bisul termasuk gesekan pada kulit, keringat berlebihan, dan kondisi medis tertentu seperti diabetes atau eksim. Ini semua melemahkan pertahanan alami kulit terhadap bakteri.
Alih-alih menyalahkan telur, fokuslah pada kebersihan diri yang baik. Mandi secara teratur, gunakan sabun antibakteri jika diperlukan, dan hindari berbagi handuk atau pisau cukur untuk mencegah penyebaran bakteri.
Jika bisul muncul, jangan pernah memencetnya sendiri. Ini bisa memperburuk infeksi dan menyebabkan penyebaran bakteri atau pembentukan jaringan parut. Kompres hangat dapat membantu mempercepat drainase bisul secara alami.
Dalam banyak kasus, bisul akan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika bisul membesar, sangat nyeri, atau disertai demam, segera konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin meresepkan antibiotik atau melakukan drainase profesional.
