Saat ini, pola makan berbasis tumbuhan atau plant-based diet bukan lagi sekadar tren, melainkan gaya hidup yang semakin digemari. Pola makan berbasis tumbuhan ini berfokus pada konsumsi makanan yang berasal dari tanaman, seperti buah, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan polong-polongan, sambil membatasi atau sama sekali tidak mengonsumsi produk hewani. Semakin banyak orang, dari selebriti hingga masyarakat umum, yang beralih ke pola makan ini karena berbagai alasan, mulai dari kesehatan, etika, hingga kepedulian terhadap lingkungan. Menurut laporan dari sebuah lembaga riset gizi, Nutrition Insights, per 25 September 2025, angka konsumsi produk nabati di Indonesia meningkat sebesar 35% dalam dua tahun terakhir.
Salah satu alasan utama mengapa banyak orang beralih ke pola makan adalah manfaat kesehatannya. Studi ilmiah menunjukkan bahwa pola makan dapat menurunkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker. Makanan nabati kaya akan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang sangat penting untuk menjaga fungsi tubuh secara optimal. Seorang ahli gizi dari Jakarta, Ibu dr. Dian Puspita Sari, M.Gizi, menjelaskan dalam seminar kesehatan pada hari Jumat, 26 September, bahwa pola makan berbasis tumbuhan juga membantu menjaga berat badan ideal dan meningkatkan energi. “Dengan mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah, Anda akan merasa kenyang lebih lama dan mendapatkan nutrisi yang lengkap,” ujarnya.
Selain kesehatan, motivasi etika dan lingkungan juga menjadi pendorong utama. Banyak individu merasa keberatan dengan praktik peternakan modern yang tidak etis dan dampak negatifnya terhadap lingkungan. Industri peternakan menyumbang emisi gas rumah kaca yang signifikan dan membutuhkan sumber daya air dan lahan yang besar. Dengan memilih pola makan berbasis tumbuhan, seseorang secara tidak langsung berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim.
Meskipun demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pemilihan bahan makanan yang tepat sangat penting untuk memastikan asupan nutrisi yang lengkap, terutama protein, vitamin B12, zat besi, dan kalsium. Konsultasi dengan ahli gizi sangat dianjurkan. Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap produk makanan palsu yang mengatasnamakan produk organik atau vegan. Pada hari Senin, 29 September, Satreskrim Polres Jakarta Pusat berhasil menggerebek sebuah gudang penyimpanan produk makanan palsu yang merugikan konsumen. “Kami akan menindak tegas setiap oknum yang menyalahgunakan tren kesehatan untuk keuntungan pribadi,” tegas Kompol Wawan Setiawan. Dengan pendekatan yang benar, pola makan berbasis tumbuhan bisa menjadi langkah cerdas dan sehat untuk masa depan.
